Sabtu, 10 Desember 2016

Dari Blokir jadi Benci

Kalau tidak di goreng tentu tidak akan renyah, begitu lah juga sebuah berita, pewarta mungkin ingin berita sampai pada pemirsa, tapi pengusaha ingin berita jadi uang.

Boikot sari roti ternyata menjadi berita baru, berita yg lebih renyah jika di tambah bumbu dan di goreng lagi.

Berita yang harusnya boikot produk sari roti jadi kebencian terhadap sari roti. Supaya timbul berbagai perasan yang kembali menyalahkan muslim.

Logika harus masuk dan di pakai. Ketika aksi damai III saja tidak ada tempat yg rusak, rumput terinjak, lalu kenapa harus menginjak dan membuang sari roti ?

Tidak masuk akal, bukan ? Lalu darimana gambar tersebut di dapat, ternyata anonim yang ada cuma sari roti dan kaki dan sari roti di tempat sampah.

Yang melakukan siapa ? Kalay ada orangnya bisa tekena ujaran kebencian. UUIT.

Jawabannya ada di blog satu ini, pembuatnya tanya dia, muslim dan alumni 212 tidak tahu menahu.

Link berita :
https://jakarta.coconuts.co/2016/12/08/how-sari-roti-became-most-hated-bread-brand-amongst-muslims-indonesia

https://m.facebook.com/pageKataKita/posts/1176169942474389

Tidak ada komentar:

Posting Komentar